TikTokHalo semua saya Roja Ahadi Rosiantono. Saya berasal dari pulau madura, lebih tepatnya kota sampang. Saya melanjutkan pendidikan saya di UNUSA, fakultas kedokteran program studi S1 Pendidikan Dokter. Disini saya melakukan penugasan PKKMB
Materi 1 PKKMB FK UNUSA
Materi ini disampaikan oleh Ainun Najib dengan tema Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Perguruan tinggi di zaman digital serta era revolusi industri sedang mengalami perubahan signifikan dengan adanya metode pembelajaran digital melalui e-learning, MOOC, dan webinar yang menjadikan pendidikan lebih mudah diakses dan fleksibel. Kurikulum juga disesuaikan dengan kemajuan teknologi seperti artificial intelligence, big data, dan IoT, yang menghasilkan program studi baru yang selaras dengan tuntutan industri 4.0.
Di samping itu, tujuan pendidikan tidak terbatas pada penguasaan teknologi saja, melainkan juga memperkuat keterampilan lunak seperti kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah. Institusi pendidikan tinggi juga meningkatkan infrastruktur digital dengan jaringan internet berkecepatan tinggi, laboratorium virtual, dan alat kolaboratif yang mendukung kegiatan pembelajaran, penelitian, serta aktivitas kampus dalam lingkungan digital.
Perguruan tinggi juga berfungsi sebagai pusat inovasi dengan menjalin kerjasama internasional bersama lembaga luar negeri, perusahaan, dan startup. Penggunaan analisis pembelajaran membantu dalam menilai proses belajar mengajar, sedangkan inkubator bisnis dan penelitian terapan mendorong munculnya inovasi. Dengan kemampuan beradaptasi yang cepat, perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan relevansi dalam menghadapi tantangan industri 4.0.
Materi 3 PKKMB FK UNUSA
Materi ini disampaikan oleh KH Ma'ruf Khozin dengan tema Mahasiswa UNUSA sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah
Mahasiswa di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dipandang sebagai generasi penerus warisan tradisi Aswaja An-Nahdliyah yang berdasar pada prinsip Ahlusunnah wal Jama’ah. Ajaran ini menekankan pada moderasi, toleransi, keseimbangan, dan kebaikan umum dengan merujuk pada Al-Qur’an, Hadis, Ijma, dan Qiyas. Dalam konteks tradisi NU, para mahasiswa diajarkan untuk menghargai keragaman mazhab, mengutamakan fiqih sosial, serta menjadikan Islam sebagai berkah bagi seluruh umat.
Sebagai bagian dari generasi Aswaja An-Nahdliyah, mahasiswa UNUSA berfungsi sebagai pelindung tradisi ilmu NU, agen moderasi dalam beragama, pejuang untuk kemaslahatan sosial, dan inovator yang menyesuaikan nilai-nilai Aswaja dengan konteks modern. Mereka terlibat dalam pembelajaran kitab-kitab klasik, menjadi pelopor dalam hal toleransi, aktif dalam pemberdayaan masyarakat, serta mengembangkan teknologi dan budaya lokal sebagai bagian dari misi dakwah. Peran ini juga diperkuat melalui kurikulum khusus di UNUSA serta program kemahasiswaan yang menjalin kerjasama dengan NU.
Namun, mahasiswa UNUSA juga menghadapi tantangan yang signifikan, seperti dampak globalisasi, radikalisasi, dan disrupsi digital yang menimbulkan hoaks serta ekstremisme di dunia maya. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk menanamkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari, menyebarkan pesan moderasi di ruang publik, dan menjaga relevansi ajaran Aswaja dalam menghadapi masalah zaman. Dengan cara ini, diharapkan mahasiswa UNUSA dapat menjadi kader peradaban yang mampu menghubungkan warisan ulama Nusantara dengan masa depan Indonesia yang adil dan berkepribadian Islam.
Materi ini disampaikan oleh Muslikha Norma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes. dengan tema Pengelolaan Keselamatan Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi
K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) adalah suatu pendekatan yang menyeluruh untuk melindungi tenaga kerja sambil melestarikan lingkungan. Sasaran utamanya mencakup upaya pencegahan kecelakaan, perlindungan kesehatan terhadap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, dan pengelolaan lingkungan agar tidak tercemar dan terjaga dari kerusakan. Prinsip yang mendasari mencakup pencegahan, partisipasi semua pihak, kepatuhan terhadap hukum, perbaikan yang berkesinambungan, dan tanggung jawab.
Peran K3L sangat krusial dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. K3L berkontribusi terhadap terbentuknya sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan produktif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang efisien, kompetitif, dan berkelanjutan. Di samping itu, penerapan K3L berfungsi untuk menjaga kelestarian sumber daya alam, mengurangi dampak dari perubahan iklim, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pelaksanaan K3L juga merupakan bukti adanya perlindungan terhadap hak pekerja dan mencerminkan tata kelola yang adil sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Namun, masih terdapat tantangan dalam K3L, seperti kurangnya pemahaman, sumber daya yang terbatas, dan kurangnya pengawasan hukum. Untuk mengatasinya, diperlukan strategi yang terintegrasi antara pemerintah, perusahaan, pekerja, masyarakat, dan dunia pendidikan. Dengan menjadikan K3L sebagai bagian dari budaya bangsa, Indonesia dapat membangun dasar yang kuat menuju cita-cita Indonesia Emas 2045, yaitu menjadi negara yang maju dengan sumber daya manusia yang berkualitas, ekonomi yang berkelanjutan, serta lingkungan yang terjamin.